Searching...
Saturday, December 24, 2011
4:02 AM 0

Detik-Detik Tersisa.Segeralah Beramal.

Sahabatku,
Ada seorang ulama salaf yang pernah menggali lubang kubur untuk dirinya sendiri. Bila ia mengalami dan merasakan jemu dalam beramal, dia pun turun ke dalam lubang itu. Di sana ia membaringkan tubuhnya. Lalu berkata : “Wahai diriku ! Anggaplah sekarang ini engkau telah mati dan telah berada dalam liang lahadmu, apakah yang engkau inginkan ?”.


Maka ia pun menjawab : “Aku ingin dikembalikan lagi ke dunia agar aku dapat beramal soleh.”
Ia lalu mengatakan kepada dirinya sendiri : “Sekarang engkau telah mendapatkan apa yang engkau inginkan. (Engkau sekarang masih hidup di dunia). Bangunlah dan kerjakanlah amal soleh itu !”.

Demikianlah sahabat. Jika engkau mengetahui tentang para penghuni kubur itu, engkau akan tahu apa yang selalu mereka angan-angankan. Mereka selalu mengangankan dapat bertasbih persis seperti yang engkau lakukan saat ini, walau hanya sekali saja. Mereka akan iri melihatmu tegak mengerjakan solat. Duhai, andai kami dapat mengerjakannya walau hanya satu raka’at saja, begitulah kata mereka. Jika dahulu di dunia mereka adalah pemilik kekayaan yang melimpah, maka di sana, di alam kubur itu, mereka berharap dapat bersedekah walau hanya seringgit dua. Yang penting ada tambahan catatan kebajikan di sisi Allah. Ya, jika engkau berada di tempat itu, seperti itulah angan-anganmu sepanjang waktu..

Maka, sahabatku…
Sedarilah bahawa masa hidup kita sungguh terbatas. Nafas kita sekarang boleh dibilang. Setiap tarikan dan hembusan nafas tak lebih dari sebuah petanda bahawa usia kita di dunia telah berkurang. Sungguh sangat singkat usia duniawi kita ini. Kerananya, setiap bahagian terkecil adalah permata yang tak ternilai dan tiada bandingnya. Ingatlah, bahawa dengan kehidupan yang singkat ini akan terjadi sebuah kehidupan yang abadi, abadi dalam kenikmatan atau abadi dalam azab yang penuh pedih-perih.
Bayangkanlah jeritan penyesalan para penghuni kubur dan neraka itu. Air mata darah sekalipun tak memberi mereka jalan untuk kembali ke dunia. Sia-sia belaka. Sahabatku, kini, aku dan kau masih di sini. Ya, masih di dunia fana ini. Tempat kita menyemai tanaman akhirat. Maka segeralah beramal!

#Tazkirah:TahunBaru